Sejarah Peristiwa Black Armada
Sejarah Peristiwa Black Armada

Sejarah Peristiwa Black Armada

Diposting pada

Sejarah Peristiwa Black Armada dan Asal Usul Peristiwa Black Armada – Pasca kemerdekaan Indonesia banyak sekali peristiwa peperangan kecil yang kerap menimbulkan berbagai perlawanan oleh rakyat.

Karena setelah kemerdekaan Indonesia belum sepenuhnya aman dari para penjajah. Rakyat masih terus waspada terhadap kemungkinan terjadinya penyerangan oleh kelompok-kelompok tertentu yang dinahkodai oleh Belanda maupun Jepang.

Disamping itu, Indonesia harus fokus kembali terhadap pemulihan terhadap ekonomi yang diakibatkan penyerangan yang telah melanda Indonesia.

Untuk itu dibuat beberapa peraturan yang mengatur tentang kedatangan bangsa lain yang akan memasuki daerah teritorial Indonesia.

Seperti perjanjian black armada yang merupakan perjanjian yang menjadi perlindungan terhadap pelayan Indonesian.

Selain itu, menjadi pelindung terhadap laut Indonesia yang pasca kemerdekaan masih rawan terhadap serangan terhadap musuh.

Dalam hal berdagang di kawasan Indonesia pun pemerintah melakukan pengetatan terhadap barang yang masuk ke Indonesia. Dari mulai ekspor maupun impor semua dagangan yang ada dilakukan secara ketat.

Dalam peristiwa  black armada ini waktu itu dimulai pada tahun 1945 sampai 1949. Para pekerja pelabuhan Australia mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

Secara terang-terangan negara kanguru ini mengakui bahwa Indonesia pertama kali merdeka pada tahun 1945.

Terlepas dari pertikaian yang selama ini terjadi antara Australia dan Indonesia yang dikarenakan soal politik, narkoba dll. Australia menjadi negara yang paling mengakui kebebasan Indonesia sebagai negara berdaulat pada waktu itu.

Sejarah Black Armada

Ketika itu para pelaut Australia dan Indonesia bekerja untuk kolonial Belanda yang dibagi kedalam beberapa kategori. Kategori pertama yaitu para kaum terpelajar yang pandai terhadap bahasa Inggris maupun Belanda.

Dan mereka mudah mendapatkan informasi politik dan mendapatkan gaji besar dari luar negeri. Untuk kategori yang kedua sendiri merupakan orang yang bergelut terhadap pekerjaan keras seperti buruh kapal maupun nelayan.

Mereka tidak berbahasa Inggris dan Belanda. Permasalahannya sendiri disebabkan karena para buruh kapal yang bekerja di Australian Seamen’s Union di Sydney mendapatkan perlakuan kurang baik dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Para buruh melakukan demo terhadap diskriminasi yang dilakukan oleh beberapa buruh lain yang ada di Australia.

Setelah terjadinya unjuk rasa terhadap perusahaan yang melakukan diskriminasi terhadap buruh kapal yang bekerja di Australia.

Para buruh melapor kepada Queensland Trades and Labor Council untuk dibebaskan. Setelah itu buruh kapal yang berjumlah 2000 orang berhasil keluar setelah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak.

Baca Juga :

Asal Usul Peristiwa Black Armada

Pada tanggal 15 Agustus 1945 kaisar Jepang menyerahkan diri kepada sekutu pada akhir perang dunia ke 2.

Selang dua hari pemerintah Indonesia mengumumkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun, Belanda masih ngotot untuk mempertahankan daerah kekuasaannya.

Peristiwa Armada hitam ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh Belanda untuk memboikot seluruh kegiatan ekonomi Indonesia dari mulai perdagangan untuk dapat melarang bongkar muat kapal yang terjadi di pelabuhan di seluruh Indonesia.

Peristiwa ini diawali oleh buruh Indonesia yang tinggal di Sidney yang didengar dari radio pendek.

Keesokan harinya salah satu buruh kapal bernama Tukliwon menyampaikan kepada rekan buruh yang ada di pelabuhan Australia bahwa Indonesia sudah merdeka.

Mereka pun berjanji untuk memperjuangkan hak rakyat yang telah diboikot oleh Belanda karena kejadian pelarangan melakukan bongkar muat barang di pelabuhan.

Lalu setelah mendengar kabar yang kurang mengenakan dari tanah air. Para buruh kapal yang ada di Sidney memberanikan diri untuk mengirimkan surat permohonan kepada Federasi Pekerja Pelabuhan Australia (WWF) untuk bergabung dalam boikot.

Namun, sekjen WWF Jim Healy mengatakan bahwa tidak mengizinkan para pekerja melakukan pemboikotan. WWF tidak akan mendukung seluruh apa yang diajukan oleh pihak buruh.

Hal itu pun diperkuat oleh komite perdagangan Australia melarang kepada serikat pekerja untuk melakukan pemboikotan terhadap enam kapal yang bersandar di Australia tepatnya di Brisbane. Beberapa hari kemudian kapal Ferry yang berasal dari Belanda diminta untuk kembali ke Jawa .

Akhirnya aksi yang dilakukan oleh buruh kapal dari Indonesia mendapat dukungan dari pekerja kapal di Australia.

Mereka mendukung untuk memboikot kapal Belanda yang bersandar di pelabuhan Brisbane. Peristiwa black armada ini menyebar hingga Melebihi dan Fremantle.

Puncaknya terjadi pada tanggal 28 September 1945 yang membuat para pekerja pelabuhan di Australia melakukan unjuk rasa besar-besaran. Mereka berunjuk rasa di kantor kapal Belanda dan kantor diplomatik Belanda.

Dalam orasinya para serikat pelabuhan Australia ini meminta untuk Belanda meninggalkan Indonesia karena terbukti melakukan black armada.

Termasuk himbauan kepada seluruh anggota serikat buruh Australia untuk tidak memberikan tumpangan terhadap tentara Belanda dan mengganggap amunisi maupun barang dari Belanda terlarang untuk digunakan.

Akhirnya dibilang Oktober 1945 pemerintah Australia mengirimkan kapal untuk mengangkut 1400 buruh kapal Indonesia yang bekerja di Sidney untuk bisa kembali ke Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *