Sejarah Kerajaan Singasari

Diposting pada

Sejarah Kerajaan Singasari – Kerajaan Singasari merupakan sebuah kerajaan yang didirikan oleh Ken Arok yang mana kerajaan ini berlokasi di Kawasan Kutaraja di Tumapel.

Sebelumnya, Tumapel hanyalah merupakan sebuah kabupaten yang berada di bawah pemerintahan kerajaan Kediri yang pada zaman dahulu dipimpin oleh seorang akuwu atau bupati yang bernama Tunggul Ametung.

Suatu hari, pengawal dari Tunggul Ametung yang bernama Ken Arok terpikat dengan kecantikan yang dimiliki oleh istri bupati tersebut yang bernama Ken Dedes.

Ia kemudian berniat membunuh Tunggul Ametung dan akhirnya berhasil dimana ia membunuh bupati tersebut dengan sebilah kering yang dibuat oleh Empu Gandring dan karena itulah keris tersebut diberi nama Keris Empu Gandring.

Namun, sebenarnya keris itu masih dalam tahap penyempurnaan, dan karena Ken Arok sudah tidak sabar ingin membunuh Tunggul Ametung, akhirnya ia merebut keris tersebut secara paksa dan bahkan ia membunuh Empu Gandring dengan menggunakan keris tersebut.

Sesaat sebelum meninggal, Empu Gandring memberi kutukan kepada Ken Arok bahwa keris yang ia rebut tersebut nantinya akan membunuh Ken Arok bersama keturunan-keturunannya sampai tuju turunan.

Adapun bukti dari keberadaan Kerajaan Singasari adalah banyaknya temuan pada ahli sejarah mengenai candi-candi yang berada di Jawa Timur maupun juga yang berada di Singasari sampai dengan Malang.

Selain itu, para ahli sejarah juga telah menemukan sebuah kitab sastra yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Majapahati dimana kitab tersebut bernama Negarakertagama yang merupakan karangan dari Empu Prapanca.

Isi dari kitab tersebut adalah mengenai nama-nama raja yang pernah memimpin Kerajaan Singasari dan juga adanya sebuah kitab yang bernama Pararaton yang didalamnya berisi informasi mengenai kisah atau perjalanan hidup dari Ken Arok mulai awal sampai ia menjadi raja.

Berdasarkan informasi dari kitab tersebut bahwa setelah Ken Arok berhasil membunuh Empu Tantular dan merebut kekuasaan Kerajaan Singasari, ia kemudian memiliki keinginan untuk melepaskan Tumapel dari cengkraman Kerajaan Kediri yang pada waktu itu dipimpin oleh Kertajaya. Keinginannya tersebut akhirnya terpenuhi pada saat Kaum Brahma meminta perlindungan kepada Ken Arok.

Dan dengan bermodalkan alasan tersebut, maka pada tahun 1222 M Ken Arok bersama pasukannya langsung berangkat dan menyerang Kerajaan Kediri dan kemudian ia berhasil memukul mundur dan mengalahkan Kertajaya sehingga kemudian Ken Arok memproklamirkan dirinya sebagai Raja Tumapel dengan bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi.

Perlu anda ketahui bawa pada dasarnya terdapat 2 versi yang sama-sama menceritakan mengenai seperti apa silsilah dari Kerajaan Singasari atau yang juga disebut sebagai Kerajaan Tumapel. Versi pertama merupakan sebuah kisah yang didapatkan dari kitab pararaton dengan dibuktikan adanya Prasasti Kudadu.

Berdasarkan informasi tersebut, Ken Arok merupakan seorang Raja di Singasari yang kemudian digantikan oleh anaknya bernama Anusapati antara tahun 1247 sampai dengan 1249 M.

Untuk raja terakhir yang memerintah Kerajaan Singasari yakni seorang raja yang bernama Kertanegara yang memeirntah kurang lebih selama 20 tahun yakni mulai 1272 sampai dengan 1292 M.

Sementara untuk versi yang kedua yang berdasarkan pada kitab Negarakertagama, raja pertama yang memerintah Kerajaan Singasari bukanlah Ken Arok, melainkan seorang yang bernama Rangga Rajasa Sang Girinathapurta yang memerintah pada tahun 1222 sampai dengan 1227 M.

Kemudian Kerajaan Singasari diambil alih oleh seorang yang bernama Anusapati dan kemudian dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Wisnuwardhana yang memrintah pada tahun 1248 sampai dengan 1254 M.

Dan untuk raja terakhir yang memerintah Kerajaan Singasari adalah Kertanegara yang memerintah pada tahun 1254 sampai dengan 1292 M. Data ini diperoleh para ahli sejarah dengan merujuk pada Prasasti Malurung.

Kerajaan Singasari bukan hanya terkenal karena kisah asmara dari Ken Arok, melainkan kerajaan ini juga terkenal karena memiliki wilayah kekuasaan yang begitu luas. Berdasarkan keterangan yang didapatkan oleh ahli sejarah, Kerajaan Singasari telah menguasai Melayu dan bahkan sampai Pahang, Bali, Sunda, Kalimantan Barat, dan juga Maluku.

Selain itu, raja terakhir yakni Kertanegara juga memilik hubungan yang baik dengan Raja Campa karena ia memiliki tujuan agar supaya ia tidak memperluas wilayah kekuasaan Kubilai Khan yang berasal dari Dinasti Mongol. Pada waktu itu, Raja Kertanegara menolak dengan keras yang mana ia sampai melukai wajah utusan dari Kubilai Khan yang bernama Meng Chi.

Baca Juga :

Hal ini membuat Kubilai Khan marah dan ingin langsung menyerang Kerajaan Singasari. Mengetahui bahwasanya sebagian pasukan dari Kerajaan Singasari dikirim untuk melakukan ekspedisi dan untuk mengatasi serangan Kubilai Khan, maka berdasarkan usulan dari Adipati Sumenep yang bernama Aria Wiraraja, maka Jayakatwang yang merupakan Raja Kediri segera memanfaatkan kesempatan tersebut  untuk melakukan penyerangan ke Kerajaan Singasari.

Meskipun Kertanegara berhasil mengalahkan serangan yang dilancarkan dari Arah Utara, namun pada akhirnya ia tetap tewas karena serangan besar-besaran dari Raja Kediri yang berasal dari Utara dan juga Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *