Sejarah Kerajaan Airlangga Masa Kejayaan dan Peninggalannya
Sejarah Kerajaan Airlangga Masa Kejayaan dan Peninggalannya

Sejarah Kerajaan Airlangga : Masa Kejayaan dan Peninggalannya

Diposting pada

Sejarah kerajaan airlangga : Masa Kejayaan dan Peninggalannya – Diberbagai wilayah di Indonesia menyimpan berbagai macam sejarah yang tidak pernah dilupakan.

Beberapa peninggalan masa pra sejarah pun masih tersimpan rapi di museum-museum tempat dimana kerajaan itu berada. Dimasa silam ada sebuah kerajaan yang mempunyai sejarah begitu penting bagian sebuah peradaban di Indonesia.

Kerajaan Airlangga atau lebih dikenal dengan nama kerajaan Kahuripan. Kerajaan ini dibangun oleh raja Airlangga yang memerintah sejak 1009 sampai 1024.

Raja Airlangga mempunyai gelar abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa. Kerajaan ini dibelah menjadi dua yaitu kerajaan Kaderi dan kerajaan janggala yang diserahkan kepada putra dari raja Airlangga.

Nama Airlangga hingga kini menjadi sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia. Terutama di wilayah Jawa timur dan Jawa barat. Nama Airlangga juga terkadang menjadi nama sebagian orang Indonesia.

Nama Airlangga sendiri berarti air yang melompat dan lahir pada tahun 990. Ayahnya Airlangga bernama Udayana raja kerajaan bendahulu dari wangsa wardewa.

Sedangkan ibunya bernama Mahendradatta. Pada waktu itu kerajaan Medang juga berkuasa di Jawa timur dan berhasil menaklukkan Bali maupun kerajaan Sriwijaya.

Selain itu, saking kuatnya kerajaan ini sampai tersebar ke wilayah Kalimantan. Airlangga sendiri mempunyai dua orang adik bernama marakarata dan anak wungsu. Keduanya menjadi pewaris setelah ayah mereka Udayana meninggal dunia.

Dan menempati sebagai raja di Bali sampai akhir hayat mereka dan berperan penting dalam penyebaran kekuasaan kerajaan Kahuripan.

Dalam sejarah di prasasti Airlangga mengaku sebagai keturunan dari anak Mpok Sindok dan wangsa Isyana dari kerajaan Medang di Jawa tengah.

Dalam hubungan asmaranya raja Airlangga menikah dengan saudara pamannya yang bernama Dharmawangsa teguh.  Dharmawangsa merupakan putri dari Watan ibu yang berasal dari Medang sekarang kerajaan kamulan.

Saat acara pernikahan raja Airlangga diserang oleh raja Watan yang bernama wuarawari yang berasal dari Waram yang sekarang lebih dikenal dengan daerah Blora yang merupakan daerah kekuasaan kerajaan Sriwijaya.

Dalam peperangan ini Darmawangsa teguh mati dan Airlangga pergi ke hutan ke pegunungan wabaguru bersama pembantunya. Mengingat waktu itu kerajaan Watan hancur Airlangga memutuskan membangun ibukota baru bernama Watan mas.

Saat naik tahta tahun 1008 beberapa wilayah hanya menjadi kekuasaan seperti Sidoarjo dan Pasuruan. Sehingga pada waktu itu Airlangga lebih leluasa mendirikan kekuasaan berupa kerajaan.

Masa Kejayaan Kerajaan Airlangga

Nama kerajaan yang dibangun oleh raja Airlangga lebih dikenal dengan kerajaan Kahuripan. Padahal kerajaan ini pada dasarnya adalah sebuah ibukota dari kerajaan yang pernah di pimpin oleh Airlangga yaitu kerajaan Watan.

Setelah tiga tahun bersembunyi di hutan banyak masyarakat sekitar menginginkan Airlangga untuk dapat mendirikan kembali kerajaan Medang kamulan.

Akhirnya dengan permintaan masyarakat Airlangga membuat kerajaan baru bernama Watan mas yang bisa dilihat di prasasti Cane.

Namun, karena sering terjadinya sebuah perebutan kekuasaan di kerajaan Watan mas , Airlangga kembali melarikan diri ke desa patakan. Menurut prasasti kamalagyan ibukota kerajaan berpindah ke Kahuripan yang berada di Sidoarjo. Pada tahun 1042 kerajaan Kahuripan pindah ke Kediri sebagai tujuan untuk menyebarluaskan wilayah kekuasaan mereka.

Pada tahun 1035 raja Airlangga menumpas beberapa wijayawarna yang dipimpin oleh kerajaan wengker yang pernah ditaklukkan oleh raja Airlangga waktu dulu. Akhirnya pemimpin kerajaan kerajaan wengker melarikan diri ke kota tapa dan ditemukan mati bunuh diri.

Baca Juga :

Pembangunan Oleh Raja Airlangga

Setelah dalam keadaan yang aman akhirnya Airlangga mulai membangun untuk kesejahteraan rakyat. Pembangunan yang tercatat pernah dibangun oleh kerajaan Kahuripan antara lain membangun Sri Wijaya Asrama tahun 1036, membangun bendungan Waringin Sapta tahun 1037 untuk mencegah banjir musiman.

Memperbaiki pelabuhan Hujung Galuh, yang letaknya di muara Kali Brantas, dekat Surabaya sekarang.Membangun jalan-jalan yang menghubungkan daerah pesisir ke pusat kerajaan.

Airlangga juga menyukainya berbagai macam seni sastra sehingga pada waktu itu seni sastra begitu maju di kerajaan Airlangga.

Pembelahan Kerajaan

Tahun 1042 Airlangga turun kasta menjadi pendeta dan diberi gelar kehormatan Resi Erlangga Jatiningrat. Menurut cerita yang beredar di kalangan rakyat pada waktu itu, putri Airlangga menolak menjadi raja dan memilih menjadi pertapa yang dinamakan Dewi kill suci nama aslinya bernama Sanggramawijaya Tunggadewi.

Airlangga kebingungan dan akhirnya membagi dua wilayah antara timur dan barat peristiwa itu terdapat pada Serat Calon Arang, Nagarakretagama, dan prasasti Turun Hyang II. Kerajaan barat dipimpin oleh Daha dan dipimpin oleh Sri samara Wijaya.

Sedangkan bagian timur dipimpin oleh bernama Janggala berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan, diperintah oleh Mapanji Garasakan.

Akhir Kerajaan Airlangga dan Peninggalan Kerajaan

Setelah membagi dua kerajaan kepada putranya kemudian Airlangga menjadi pertapa dan meninggal dunia tahun 1049. Airlangga semasa hidupnya termasuk menjadi turunan dewa Wisnu.

Sehingga sebuah peninggalan arca indah yang disimpan di musium Mojokerto mewujudkannya sebagai Wisnu yang menaiki garuda.

Prasasti Sumengka (1059) peninggalan Kerajaan Janggala hanya menyebutkan, Resi Aji Paduka Mpungku dimakamkan di tirtha atau pemandian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *