Sejarah Agresi Militer Belanda 1 Penyebab dan Latarbelakang
Sejarah Agresi Militer Belanda 1 Penyebab dan Latarbelakang

Sejarah Agresi Militer Belanda 1 : Penyebab dan Latarbelakang

Diposting pada

Sejarah Agresi Militer Belanda 1 : Penyebab dan Latarbelakang – Sejarah Belanda di Indonesia tidak mudah dilupakan begitu saja.

Banyak sekali peristiwa yang membuat Indonesia harus jatuh bangun untuk memperjuangkan kemerdekaan yang selama ini dikuasai oleh negara Belanda.

Meskipun Belanda pada awalnya berkunjung ke Indonesia hanya ingin melakukan pembelian hasil rempah-rempah.

Namun, nyatanya hal itu membuat para penjajah ingin sekali menguasai Indonesia karena sumber daya alam yang masih cukup asri dan cocok untuk ditinggali para penjajah Belanda.

Sehingga penjajah Belanda yang ingin menguasai Indonesia sedikit demi sedikit membangun fasilitas yang khas seperti di negara mereka.

Seperti pembuatan rel kereta api yang membentang dari Jawa hingga Sumatera yang sampai saat ini masih dilestarikan hingga kini.

Selain itu, Belanda yang ingin menguasai Indonesia juga memanfaatkan orang Indonesia untuk bekerja dengan Belanda. Pada waktu itu lebih dikenal dengan kerja rodi atau kerja paksa.

Penyebab Agresi Militer 1

Disamping itu Belanda juga melakukan berbagai perlawanan berupa kegiatan militer yang mereka miliki. Untuk melawan rakyat Indonesia mereka harus menggunakan tentara untuk meredam serangan dari rakyat Indonesia.

Salah satu cara untuk membuat perlawanan terhadap rakyat Indonesia adalah dengan melakukan Agresi Militer.

Penyerangan militer ini lebih dikenal dengan sebutan Operatie Produk yang berarti agresi militer terhadap rakyat Indonesia yang dilakukan di pulau Jawa maupun pulau Sumatera.

Operasi militer ini dilakukan pada 21 Juli 1947 hingga 5 Agustus 1947. Yang mempunyai tujuan untuk dapat mempertahankan pemahaman terhadap perjanjian Linggarjati yang telah disepakati.

Belanda dalam menduduki wilayah Indonesia menyasar di berbagai wilayah Sumatera timur yang lebih terkenal dengan perkebunan tembakau. Selain itu, di wilayah lainnya tepatnya di pulau Jawa Belanda akan menguasai pantai utara Jawa.

Karena disana terdapat berbagai macam jenis tebu yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pabrik gula yang ada di dekat Jawa timur.

Dalam melakukan penguasaan wilayah di Jawa maupun Sumatera kolonial Belanda mengerahkan beberapa pasukan untuk dapat mempertahankan wilayah kekuasaannya.

Seperti wilayah Sumatra Barat dan Jawa dipimpin oleh pasukan Korps Speciale Troepen (KST) yang dipimpin oleh Westerling. Sedangkan di wilayah lainnya di pimpin oleh Pasukan Para I (1e para compagnie) dan dipimpin oleh Kapten C. Sisselaar.

Dengan adanya pengerahan pasukan khusus ini Belanda akhirnya mampu menguasai berbagai wilayah penghasil rempah-rempah yang terletak di pantai utara Jawa.

Baca Juga :

Latar Belakang Agresi Militer 1

Penjajah Belanda yang saat itu memahami isi perjanjian Linggarjati berdasarkan pidato Ratu Wilhelmina yang mengatakan bahwa menginginkan negara Indonesia untuk dapat menjadi anggota Commonwealth yang akan dibentuk menjadi negara federasi.

Pada tanggal 15 Juli 1947 jenderal Van Mok meminta pasukan tentara Indonesia untuk mundur sejauh 10 km dari batas garis demarkasi. Hal itu membuat orang-orang Indonesia tidak terima terhadap perlakuan tersebut yang mengisyaratkan untuk mundur sejauh 10 km dari garis demarkasi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Tujuan dari agresi militer ini tidak lain untuk menguasai berbagai wilayah Indonesia yang mempunyai keunggulan dalam sumber daya alamnya.

Potensi kekayaan alam ini mampu membuat Belanda bisa merasa berkuasa. Agar aksi Belanda bisa berjalan mulus tanpa hambatan di internasional.

Akhirnya mereka membuat pendapat bahwa aksi agresi militer ini hanyalah sebuah polonisial dan urusan dalam negeri. Dan tidak boleh negara lain ikut campur terhadap serangan yang sudah dibuat oleh negara Belanda.

Sebenarnya bukan hanya tentang penguasaan wilayah untuk menguasai sumberdaya alam saja. Namun, dibalik semua itu Belanda mempunyai strategi licik untuk menguasai aspek lain.

Seperti dalam aspek politik dimana dengan melakukan agresi militer secara terus menerus dapat membuat ibukota negara Indonesia secara tidak langsung akan menghapus kedaulatan negara Indonesia.

Lalu Belanda juga menguasai dalam aspek Militer. Mereka ingin memusnahkan tentara Indonesia dengan cara penyerangan agresi militer tersebut.

Dengan itu Belanda secara langsung dapat menguasai berbagai wilayah Indonesia dengan mudah tanpa mendapatkan penyerangan dari beberapa pihak.

Setelah mendengar kabar bahwa Belanda ingin menguasai Indonesia dengan sepenuhnya memancing pemerintah Indonesia untuk segera melaporkan hal ini ke PBB.

Pada tahun 3 Juli 1947 masalah agresi militer Belanda terhadap Indonesia dimasukkan dalam sidang pembahasan dewan keamanan PBB. Dalam sidang tersebut dikeluarkan sebuah Resolusi No. 27 tanggal 1 Agustus 1947.

Isinya memberikan seruan kepada kedua belah pihak untuk dapat meredakan konflik yang telah terjadi. Secara de facto Indonesia diakui oleh Dewan keamanan PBB dengan resolusi yang sudah dikeluarkan untuk tidak memakai nama Netherlands indie dan mengubahnya menjadi nama Indonesia. Karena desakan dari Dewan Keamanan PBB membuat Belanda tidak mampu berbuat banyak.

Dan membuat Belanda mau tidak mau harus menghentikan seluruh agresi militer yang dilakukan kepada Indonesia secepatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *